Jakarta, CNBC Indonesia - Harga penerbangan internasional di Taiwan melonjak tajam akibat kenaikan harga minyak global. Kenaikan tersebut mencapai 157% mulai 7 April mendatang.
Badan Penerbangan Sipil (CAA) dan Kementerian Perhubungan mengatakan sejumlah maskapai menaikkan biaya tambahan untuk penerbangan jarak pendek sebesar US$27,5 (Rp 467 ribu) menjadi US$45 (Rp 765 ribu). Sementara penerbangan jarak jauh menjadi US$117 (Rp 1,9 juta), naik US$71,5 (Rp 1,2 juta).
Pihak China Airlines dan Eva Air mengonfirmasi kenaikan tersebut.
Bukan hanya internasional, tiket pesawat domestik juga akan naik. Direktur Jenderal CAA, Ho Shu-ping mengatakan kenaikan rata-rata sekitar US$3.
"Sebagai respon tren internasional, harga seringkali naik dan turun, jadi perlu melakukan penyesuaian untuk mencerminkan hal itu," jelasnya, dikutip dari Straits Times, Jumat (3/4/2026).
Sementara itu, sejumlah maskapai penerbangan China juga berencana melakukan penyesuaian tarif tiket pesawat. Salah satunya Air China, yang menaikkan tambahan bahan bakar mulai 5 April.
Air France-KLM, Air India, Qantas, SAS, serta sejumlah maskapai lain juga telah menaikkan tarif.
Harga minyak dunia melonjak tajam karena perang di Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran serta penutupan Selat Hormuz. Harga satu barel minyak Brent melonjak 7% hingga US$108,15 (Rp 1,8 juta).
(hsy/hsy)
Addsource on Google


















































