Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya untuk jenis subsidi tidak akan naik setidaknya hingga momen lebaran Idul Fitri mendatang. Mengingat, saat ini kodisi geopolitik tengah memanas dan membuat harga komoditas energi melonjak.
Bahlil mengatakan bahwa meski harga komoditas energi dunia naik, namun pemerintah bisa memastikan harga jualnya ke masyarakat tidak akan naik. "Tidak akan ada kenaikan BBM sampai dengan Hari Raya Idulfitri selesai," ujarnya dalam Podcast Buka Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis (12/3/2026).
Bahlil menegaskan, negara akan menambah jumlah subsidi dari APBN untuk menutupi selisih harga kenaikan yang melebihi asumsi tahun ini.
"Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subsidi. Jadi kenaikan harga sekarang kan di APBN kita ICP harga minyak dunia 70 dolar, sekarang sudah tembus 100 dolar. Selisih kenaikan itu tetap akan masih APBN kita masih mampu untuk membiayai. Masih ditanggung oleh negara," tambahnya.
Penambahan tanggungan negara tersebut menggunakan 'dana bantalan' yang sudah diminta oleh Bahlil kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas (Ratas).
"Di dalam ratas saya ngomong sama Menkeu bahwa kita harus mampu memahami apa yang hari ini rakyat hadapi. Puasa, hari raya. Saya minta sekalipun ada kenaikan harga minyak dunia tetapi untuk subsidi tetap kita harus kasih subsidi dan jangan ada kenaikan harga BBM subsidi," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google


















































