Ganjar Jawab Prabowo: Tak Boleh Anggap Semua Demo Bayaran

3 hours ago 5

Jakarta -

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjawab Presiden Prabowo Subianto yang mengaku tahu pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi. Ganjar mengatakan tidak semua demo merupakan aksi bayaran.

"Beliau sudah tahu maka beliau sudah bisa menyikapi. PDI Perjuangan menghormati pernyataan-pernyataan Presiden yang beliau sampaikan di mana pun. Kami selalu mengikuti dengan saksama termasuk respons publik. Kalau memang ada pihak yang membiayai demonstrasi, tentu lebih baik dibuka kepada publik dan diproses secara hukum," kata Ganjar saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai demokrasi butuh kepastian, bukan dugaan berujung polemik publik. Karena itu, dia menegaskan tak bisa mencap semua aksi demo ada yang membiayai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu kami sampaikan demokrasi itu membutuhkan kepastian hukum, bukan sekadar dugaan atau narasi yang akhirnya menjadi polemik publik," ucap dia.

"Namun kita juga tidak boleh menganggap semua demonstrasi sebagai aksi bayaran. Fakta di lapangan menunjukkan persoalannya jauh lebih kompleks," ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar justru menyoroti aksi demo mahasiswa UBK yang pada akhirnya mengaku dibayar dan juga aksi lain. Ganjar juga berharap pemerintah fokus memenuhi janji-janji politik seperti 19 juta lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi 8 persen, hingga janji meningkatkan kesejahteraan guru.

"Rakyat masih menunggu terbukanya lapangan kerja yang lebih luas, setidaknya 19 juta lapangan kerja baru dan mengurangi PHK. Rakyat juga menunggu target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang pernah disampaikan sebagai arah kebijakan pemerintahan. Yang ini pasti rembesannya akan dirasakan nikmat oleh rakyat," kata dia.

Di sektor pendidikan, Ganjar menyinggung persoalan soal biaya pendidikan, termasuk UKT. Menurut dia, memastikan terpenuhinya janji-janji tersebut jauh lebih penting daripada menuding demonstrasi bayaran.

"Pada akhirnya, legitimasi sebuah pemerintahan tidak diukur dari sedikit atau banyaknya demonstrasi, tetapi dari seberapa besar janji-janji politik dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bila kesejahteraan meningkat, lapangan kerja terbuka, pendidikan makin terjangkau, dan pelayanan publik membaik, maka kepercayaan rakyat akan tumbuh dengan sendirinya. Demokrasi tidak perlu dilawan dengan narasi, demokrasi dijawab dengan kinerja. Kami bantu dengan doa," jelas Ganjar.

Pernyataan Prabowo

Prabowo menyinggung sejumlah hal pada pidatonya dalam Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6), termasuk soal demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini. Kata Prabowo, dia mengaku tahu aktor di balik demonstrasi itu

Prabowo mengatakan pihak-pihak tersebut tidak suka dengan dirinya. Prabowo menegaskan ia mengetahui orang-orang yang korup.

"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti," kata Prabowo.

Prabowo menyinggung pihak-pihak itu turut terlibat memberikan bayaran dalam demo belakangan ini. Prabowo memperingatkan pihak-pihak itu.

"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmmm... kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," katanya.

(maa/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |