Emas China Makin Berlimpah Sampai 3 Kilometer di Bawah Tanah

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - China menemukan ladang emas raksasa di Provinsi Hunan. Biro Geologi Hunan mengungkap, sebanyak 40 urat (veins) emas ditemukan jauh di bawah perbukitan Kabupaten Pingjiang.

"Banyak inti batuan hasil pengeboran menunjukkan emas yang terlihat," ujar Chen Rulin dari Biro Geologi Hunan, dikutip dari Daily Galaxy, Jumat (27/3/2026).

Emas tersebut bukan berbentuk mikroskopis atau terikat secara kimia dalam mineral lain. Emas hadir dalam sampel sebagai serpihan dan konsentrasi yang terlihat jelas, tanda fisik yang dianggap tidak biasa oleh para prospektor berpengalaman.

Hingga saat ini, pengeboran telah menembus lebih dari 65 kilometer di 55 titik lokasi. Hasil awal menunjukkan cadangan mencapai 300 ton emas dari kedalaman dua kilometer pertama.

Namun potensi sebenarnya jauh lebih besar. Estimasi terbaru menyebut total deposit bisa menembus 1.000 ton emas di kedalaman tiga kilometer, dengan nilai mencapai 600 miliar yuan (Rp1.400 triliun).

Tak hanya besar, kualitas emasnya juga ciamik. Dalam satu sampel dari kedalaman 2.000 meter, kadar emas mencapai 138 gram per ton. Padahal, sebagian besar tambang komersial beroperasi pada kadar di bawah 10 gram per ton.

Teknologi canggih seperti pemodelan geologi 3D digunakan untuk memetakan deposit ini. Penemuan emas di area sekitar lokasi utama juga mengindikasikan cadangan bisa lebih luas dari perkiraan.

Di sisi lain, para ilmuwan menduga fenomena ini dipicu aktivitas geologi ekstrem. Studi di jurnal Nature Geoscience menyebut tekanan gempa dapat menghasilkan muatan listrik di batuan, yang kemudian memicu pengendapan emas secara cepat.

Meski begitu, proyek Wangu masih dalam tahap eksplorasi. Pemerintah China menegaskan verifikasi lanjutan masih diperlukan sebelum memastikan skala penuh deposit tersebut.

China gudang emas

Cadangan emas yang ditemukan di kedalaman provinsi Hunan termasuk di antara deposit emas terbesar yang pernah didokumentasikan dan dapat menyaingi tambang South Deep yang telah beroperasi lama di Afrika Selatan, menurut ECO News, dikutip dari Newsweek.

Terpisah, China juga baru-baru ini mencatat terobosan lain, dengan menemukan deposit emas bawah laut terbesar di Asia, menurut klaim para pejabat.

Penemuan itu dilakukan di lepas pantai Laizhou di Yantai, Semenanjung Jiaodong, provinsi Shandong, China timur. Meskipun ukuran deposit belum diungkapkan, pihak berwenang percaya bahwa penemuan terbaru ini telah meningkatkan cadangan emas Laizhou menjadi lebih dari 3.900 ton, yang kira-kira membentuk 26% dari sumber daya emas China yang diketahui, menurut South China Morning Post.

Pada November tahun lalu, para pejabat mengumumkan penemuan lebih dari 1.400 ton emas di provinsi Liaoning, China timur laut. Dengan cadangan yang telah dikonfirmasi sebesar 1.444,49 ton, penemuan tersebut dilaporkan sebagai penemuan tunggal terbesar di China sejak berdirinya negara itu pada tahun 1949, menurut Kementerian Sumber Daya Alam.

Pada bulan yang sama, pihak berwenang juga menemukan deposit emas dengan perkiraan cadangan lebih dari 1.000 ton di Pegunungan Kunlun dekat perbatasan barat wilayah otonom Xinjiang Uygur.

Pada November 2023, para pejabat di provinsi Shandong mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi sekitar seperempat cadangan emas China, termasuk lebih dari 3.500 ton di Semenanjung Jiaodong, yang dilaporkan sebagai sabuk pertambangan emas terbesar ketiga di dunia.

Menurut Dewan Emas Dunia, sekitar 216.265 ton emas telah ditambang sepanjang sejarah, dan sekitar dua pertiga dari emas ini telah diekstraksi sejak tahun 1950.

Di Amerika Serikat, pada tahun 2024, produksi tambang emas domestik diperkirakan mencapai 160 ton, dengan nilai diperkirakan sebesar US$12 miliar, menandai peningkatan 9 persen dari nilai pada tahun 2023, menurut laporan Januari dari Survei Geologi AS.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |