Ekspor ke Swiss Melonjak 225%, Perhiasan RI Laris Manis di Eropa

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss sepanjang Januari-Desember 2025 melonjak tajam hingga 225% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja impresif ini utamanya ditopang oleh dominasi komoditas perhiasan dan permata.


Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut struktur ekspor Indonesia ke Swiss memang sangat terkonsentrasi pada komoditas bernilai tinggi tersebut.


"Jadi, didominasi oleh perhiasan atau permata," kata Budi dalam konferensi pers di Auditorium Kemendag, Jakarta, Jumat (6/2/2026).


Pada 2024, lima besar ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss berdasarkan HS dua digit sudah didominasi perhiasan dan permata atau HS 71 dengan pangsa 96,23%. Sisanya berasal dari mesin dan peralatan listrik atau HS 85 (1,53%), kendaraan dan bagiannya atau HS 87 (0,43%), olahan buah dan sayuran HS 20 (0,22%), serta alas kaki HS 64 (0,21%).


Memasuki 2025, dominasi tersebut kian menguat. Pangsa perhiasan dan permata naik menjadi 98,73% dari total ekspor nonmigas ke Swiss. Sementara komoditas lain menyusut, yakni mesin dan peralatan listrik (0,61%), kendaraan dan bagiannya (0,09%), olahan buah dan sayuran (0,08%), serta alas kaki (0,07%).


Lonjakan ekspor ke Swiss terlihat kontras dibandingkan negara tujuan lain. Di bawah Swiss, pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia tercatat ke Singapura sebesar 31,40%, Uni Emirat Arab 31,28%, Thailand 28,82%, dan Bangladesh 28,27%.


Secara kawasan, pertumbuhan ekspor nonmigas tertinggi terjadi ke Asia Tengah (59,39%), disusul Afrika Barat (56,66%), Eropa Barat (43,95%), Amerika Selatan (33,54%), serta Afrika Timur (32,61%).


Dari sisi nilai, ekspor nonmigas Indonesia pada Desember 2025 mencapai US$25,09 miliar, naik 15,93% dibandingkan November 2025 sebesar US$21,64 miliar. Secara kumulatif, sepanjang Januari-Desember 2025, ekspor nonmigas tercatat US$269,84 miliar atau tumbuh 7,66% secara tahunan.


Untuk tujuan utama, Republik Rakyat Tiongkok menempati posisi pertama dengan nilai ekspor US$64,82 miliar dan pangsa sekitar 24,02%. Diikuti Amerika Serikat sebesar US$30,96 miliar (11,47%), India US$18,32 miliar (6,79%), Jepang US$15,51 miliar (5,75%), serta Malaysia US$11,72 miliar (4,34%).

(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |