Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan
Pertumbuhan tersebut terpantau lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 5,12% yoy. Selepas pengumuman tersebut, IHSG menguat 0,62% ke level 6.359,48 pada pukul 11.20 WIB.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan Rabu (5/8/2026), menjelang dan sesaat setelah pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026.
Berdasarkan data pasar IHSG pada pukul 11.10 WIB berada di level 6.348,57, atau menguat sekitar 0,46% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sebelum data produk domestik bruto (PDB) diumumkan, IHSG mengakhiri candle lima menit pukul 10.55 WIB pada level 6.345,73. Pada candle pertama pukul 11.00 WIB, IHSG berada di level 6.344,27.
Pergerakan sektoral didominasi penguatan. Sektor properti menjadi penopang utama dengan kenaikan sekitar 1,97%, disusul sektor bahan baku 1,90%, kesehatan 1,72%, serta teknologi 1,65%.
Sektor barang konsumsi primer menguat 1,09%, energi naik 1,08%, sementara transportasi dan logistik bertambah 0,47%. Sektor perindustrian tercatat relatif stagnan.
Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi pemberat terbesar setelah melemah 0,25%. Sektor keuangan terkoreksi 0,13%, sedangkan barang konsumsi non-primer turun tipis 0,05%.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati apakah realisasi pertumbuhan ekonomi mampu menjaga optimisme terhadap prospek konsumsi domestik, investasi, dan kinerja emiten pada semester II-2026.
(gls/gls)
[Gambas:Video CNBC]


















































