Dunia Perang Lama, Prabowo: RI Aman-Banyak Negara Minta Beras

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang relatif aman dan damai, di tengah gentingnya kondisi dunia akibat peperangan yang berkecamuk di berbagai belahan dunia.

Timur Tengah misalnya, hingga kini peperangan masih terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Lalu, di kawasan eropa, Ukraina dan Rusia tak kunjung mampu menyelesaikan konflik bersenjata sejak 2022.

"Di tengah dunia yang penuh perang, perpecahan, konflik. Negara kita masih cukup damai dan aman," kata Kepala Negara saat memberikan sambutan di acara peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Di tengah kondisi yang aman dan damai di dalam negeri, pemerintah kata dia bahkan mampu menjaga swasembada pangan, yang berarti mampu memenuhi kebutuhan makanannya sendiri untuk 287 juta penduduk.

Dalam kondisi itu, swasembada pangan ia tegaskan menjadi penting karena urusan perut rakyat menentukan hidup dan mati suatu negara. "Dan selalu saya katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa," tutur Prabowo.

Ia menuturkan, tidak memandang pangan sekedar komoditas dan di tengah kondisi perang di berbagai negara, melainkan mesti dilihat sebagai instrumen penting survival suatu bangsa.

"Jadi saya tidak ikut-ikut paham-paham yang mengatakan bahwa beras, jagung, lebih efisien kalau kita impor. Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana lebih murah, tapi ada atau tidak," kata Prabowo.

"Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita, kita relatif, relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan," paparnya.

Menurut Prabowo, pemahamannya itu pun terbukti sekarang. Saat dunia dalam kondisi perang, sekarang banyak negara minta beli beras dari Indonesia.

"Minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita. Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, kan begitu? Tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta, "Boleh nggak kita beli beras?" Ada yang apa, ada yang masih harga diri ya kan, agak lamban mintanya gitu. Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana," tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan, banyak negara yang memilih untuk menghentikan ekspor komoditas pangannya ke luar negeri. Namun, Indonesia karena sudah mampu swasembada, masih ada porsi produksi yang bisa digunakan negara lain, sehingga ada porsi diekspor.

"Ternyata berapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup. Tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup! Disusul oleh Bangladesh tutup. Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita ya. Dan saya bilang, saya bilang, beri! Kalau mereka butuh, kita harus bantu," papar Prabowo.

Tentu, nilai ekspor komoditas pangan Indonesia di tengah masa konflik seperti saat ini tidak akan dijual murah. Sebab, ia menilai petani Indonesia bisa dimakmurkan tanpa harus menggetok harga tak masuk akal.

"Kita jual kepada mereka. Tapi harganya ya, harganya ya yang oke lah, ya kan. Jangan petani kita korban! Iya kan? Harga harus, harus minimal untung dikit lah. Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, ya. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu," tegasnya.

"Jadi ada juga mau beli beras habis itu minta korting, korting, banyak banget kortingnya bener nggak? Ini yang krisis dunia ini. Jadi saudara-saudara, itu apa yang sudah kita capai," ungkap Kepala Negara.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |