Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Taiwan menegaskan rencana memindahkan 40% kapasitas produksi semikonduktor ke Amerika Serikat merupakan hal yang mustahil dilakukan.
Wakil Perdana Menteri Taiwan Cheng Li-chiun mengatakan pihaknya telah menyampaikan langsung kepada Washington bahwa ekosistem semikonduktor Taiwan yang dibangun selama puluhan tahun tidak bisa dipindahkan begitu saja.
"Saya telah menjelaskan dengan sangat jelas kepada Amerika Serikat bahwa hal ini mustahil," kata Cheng merujuk pada target 40% yang disampaikan pihak AS, dikutip dari Reuters, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan kapasitas industri chip Taiwan akan terus tumbuh di dalam negeri, meski ekspansi ke luar negeri, termasuk ke AS, tetap dilakukan.
"Kapasitas keseluruhan kami di Taiwan hanya akan terus tumbuh. Namun kami bisa memperluas kehadiran di Amerika Serikat," ujarnya.
Menurut Cheng, ekspansi internasional dilakukan dengan syarat utama bahwa industri semikonduktor tetap berakar kuat di Taiwan dan investasi domestik terus ditingkatkan.
Pernyataan tersebut merespons dorongan pemerintah AS yang ingin membawa produksi chip kembali ke negaranya. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick sebelumnya menyebut target pemerintahannya adalah menguasai 40% pangsa pasar manufaktur semikonduktor kelas terdepan.
"Anda tidak bisa menempatkan seluruh manufaktur semikonduktor hanya 80 mil dari China. Itu tidak masuk akal. Jadi kami perlu membawanya kembali," kata Lutnick.
Bahkan, ia menyebut tarif terhadap Taiwan bisa dinaikkan hingga 100% jika target relokasi rantai pasok chip tidak tercapai.
Meski demikian, Taiwan menegaskan tidak akan memindahkan pusat industrinya. Pemerintah hanya bersedia berbagi pengalaman membangun klaster industri untuk membantu AS mengembangkan ekosistem semikonduktor.
Cheng juga yakin kapasitas produksi semikonduktor Taiwan, termasuk proyek yang sedang berjalan dan direncanakan, akan jauh melampaui investasinya di AS maupun negara lain.
Sebagai catatan, raksasa chip TSMC saat ini tengah menginvestasikan US$165 miliar untuk membangun pabrik di Arizona, Amerika Serikat.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]















































