Detik-detik Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor Saat Mancing Belut

5 hours ago 6

Bogor -

Polisi menjelaskan detik-detik seorang bocah berusia 9 tahun tewas setelah diserang empat anjing pemburu babi di Jasinga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Sebelum kejadian, korban sedang memancing belut.

"Jadi kalau berdasarkan keterangan saksi di lapangan yaitu teman korban, bahwasanya korban itu sedang memancing belut dengan posisi jongkok," kata Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Kemudian di belakang korban, datang anjing tersebut. Korban kemudian kaget usai didatangi oleh anjing itu, lalu melarikan diri hingga dikejar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena korban kaget kemudian berlari dan dikejarlah oleh anjing tersebut. Anjing tidak dikekang, memang sedang dilepas untuk berburu babi hutan," ucapnya.

Lokasi tempat korban diserang menurut keterangan komunitas pemburu, baru pertama kali menjadi lokasi perburuan. Namun beberapa komunitas kerap menjadikan kawasan itu area perburuan.

"Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti sehingga tidak ada pengawasan dari si pemilik anjing ini ke mana. Itu makanya kita bilang lalai terkait masalah anjingnya ini tidak dijaga," bebernya.

Polisi Dalami Tersangka Lain

Sebelumnya, polisi terus menyelidiki kasus tewasnya seorang bocah berusia 9 tahun setelah diserang empat anjing pemburu babi di Jasinga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Salah satunya mendalami kemungkinan adanya tersangka lain.

"Masih kita dalami karena sejauh ini baru mengarah kepada satu orang yang diduga sebagai pemilik anjing yang menggigit korban ini," kata Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri.

Polisi telah menetapkan pemilik anjing sebagai tersangka. Kepada penyidik, pemilik anjing mengaku anjingnya tidak buas dan baru kali ini menyerang manusia.

"Keterangan pemilik anjing ini tidak buas, sudah terbiasa buat berburu dan baru kali ini menyakiti manusia, sebelumnya belum pernah mengejar orang ketika dalam perburuannya," ungkapnya.

(rdh/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |