Jakarta, CNBC Indonesia - Tas Birkin legendaris milik mendiang Jane Birkin akhirnya terjual dengan harga fantastis ¥1,47 miliar atau sekitar €8,58 juta (setara Rp170 miliar). Penjualan ini memecahkan rekor dunia sebagai tas tangan termahal yang pernah terjual dalam lelang belum lama ini.
Siapa crazy rich yang membeli tas termahal tersebut?
Tas yang menjadi awal model Birkin ini dibeli oleh Valuence Japan, perusahaan di balik platform pembeli barang mewah seperti Allu dan Nanboya. Lelang tersebut berlangsung di ajang Fashion Icons yang digelar oleh Sotheby's Paris pada 10 Juli 2025.
Foto: Sebuah tas Birkin asli yang dirancang khusus oleh Hermès untuk Jane Birkin pada 1980-an. (Instagram/sothebys)
Valuence Japan menegaskan, pembelian ini bukan untuk dijual kembali. CEO Valuence, Shinsuke Sakimoto, menyebut, nilai tas ini lebih dari sekadar harga.
"Semangat kebebasan dan orisinalitas Jane Birkin sangat sejalan dengan filosofi kami. Kami ingin tas ini menjadi simbol pemberdayaan, keberagaman, dan kepercayaan diri," katanya kepada Fashionsnap, seperti dilansir Tokyo Weekender, Rabu (16/7/2025).
Pihak perusahaan juga menyatakan, tas tersebut akan menjadi bagian dari warisan budaya yang bisa diakses masyarakat luas, bukan hanya kolektor eksklusif.
Sebelumnya, Sotheby's membuka penawaran di angka €1 juta. Setelah 10 menit adu tawar yang sengit antara sembilan kolektor global, Valuence Japan memenangkan tas ikonik ini lewat bidding via telepon dengan Kepala Sotheby's Jepang, Maiko Ichikawa.
"Penjualan spektakuler Birkin orisinal ini menjadi tonggak penting dalam sejarah fesyen dan industri mewah global," kata Global Head of Handbags and Fashion Sotheby's, Morgane Halimi. "Ini bukti betapa kuatnya sebuah legenda dalam membangkitkan gairah para kolektor," imbuh ia.
Ini merupakan pertama kalinya tas asli Birkin dilelang kembali dalam 25 tahun. Tas ini awalnya dilelang Jane Birkin pada 1994 untuk mendukung lembaga amal AIDS di Prancis. Kemudian, tas itu berpindah ke kolektor pribadi Catherine B. pada lelang tahun 2000. Catherine mengungkapkan, melepas tas ini membuatnya teringat kembali pada perasaan "liar dan tak tergambarkan saat berhasil memenangkannya."
Sejak akhir 2024, tas ini mulai dipamerkan ke publik lewat tur global di galeri Sotheby's di Paris, Hong Kong, dan New York, yang memicu antusiasme menjelang lelang belum lama ini.
Tas Birkin pertama kali dirancang oleh CEO Hermès Jean-Louis Dumas pada 1981 usai pertemuannya dengan Jane Birkin dalam sebuah penerbangan. Saat itu, isi tas rotan milik Jane tumpah ke pangkuan Dumas. Momen ini justru menginspirasi lahirnya tas kulit yang fungsional dan elegan.
Tas tersebut kini menjadi simbol status paling ikonik di dunia mode. Ironisnya, di tengah citra eksklusifnya, Birkin asli justru mencerminkan kebebasan ekspresi Jane Birkin yang menghiasinya dengan gantungan kuku, syal, dan perhiasan.
Model prototipe ini memiliki ciri khas yang tak dimiliki versi modern yaitu material kulit Black Box Hermès, hardware kuningan berlapis emas, tali yang tidak bisa dilepas, serta kombinasi ukuran antara Birkin 35 dan Birkin 40. Di bagian talinya masih tergantung penjepit kuku dan inisial "J.B."
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article
Tas Hermes Birkin Pertama Dilelang, Diprediksi Terjual Rp8 Miliar