Seorang remaja berinisial RM (19) tewas akibat tawuran di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Polisi bersama warga sepakat memperkuat pengamanan wilayah.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengajak semua pihak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polsek Cilincing mengajak warga, tokoh masyarakat, pengurus RW hingga para remaja untuk bersama-sama mencegah tawuran dan menjaga lingkungan tetap aman serta kondusif.
"Menjaga Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kami membutuhkan peran aktif orang tua, keluarga, para ketua RW, tokoh masyarakat dan seluruh warga untuk bersama-sama mencegah tawuran," kata AKP Bobi, Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan polisi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pengurus wilayah, hingga para remaja itu digelar Aula Kantor Kecamatan Cilincing, Senin (27/7/2026) malam. Pertemuan digelar setelah terjadi tawuran maut pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.
Dia mengatakan pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dia mengatakan orang tua, keluarga, pengurus lingkungan, dan tokoh masyarakat mesti mengawasi serta memberikan pembinaan kepada para remaja.
Polsek Cilincing berencana mendirikan Pos Pantau di kawasan Tanggul WIKA Pangkalan Pasir, Kalibaru. Polisi juga mengajak LMK, FKDM, Satpol PP dan unsur masyarakat untuk ikut melakukan pemantauan pada jam-jam yang dianggap rawan.
Dalam musyawarah tersebut, warga turut menyampaikan sejumlah solusi. Salah satunya mengoptimalkan masjid dan musala sebagai tempat kegiatan positif serta pembinaan remaja. Pengurus RW juga menyampaikan upaya ronda malam dan pengawasan lingkungan yang selama ini dilakukan untuk mencegah tawuran.
Kapolsek berharap kejadian tawuran yang terjadi sebelumnya menjadi yang terakhir.Dia mengingatkan agar tidak ada aksi balasan dan menegaskan bahwa warga yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa hak akan diproses sesuai aturan hukum.
Masyarakat juga diminta segera melapor ke layanan polisi 110 jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba.
"Harapan kami, Kalibaru tetap aman, tertib dan kondusif. Mari kita jaga Kamtibmas ini bareng-bareng. Polisi bersama masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat dan para remaja harus menjadi bagian dari solusi," ujarnya.
Musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kelompok remaja RW 03 dan RW 014. Kedua pihak sepakat tidak mengulangi tawuran. Kesepakatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memutus mata rantai tawuran sekaligus membangun Kalibaru sebagai wilayah yang aman dan kondusif.
Remaja Tewas Akibat Tawuran
Seorang pemuda berinisial RM (19) dilaporkan tewas usai mengalami sejumlah luka dengan kondisi tangannya yang terputus. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7) dini hari.
"Korbannya sudah meninggal dunia, dikubur kemarin oleh pihak keluarga. Luka ada di kepala dan pergelangan tangan putus," kata AKP Bobi.
Dalam video yang beredar, tampak kedua kelompok saling serang di jalanan. Mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Tampak juga korban yang terkapar di jalanan usai kena bacokan kelompok lawan.
Korban menyerang kelompok lain usai minum minuman keras bersama temannya.
"Korban dan teman-teman selesai minum minuman keras bergabung dengan kelompok lain, lalu menyerang kelompok pelaku di RW 13 Kalibaru," jelasnya.
Lihat juga Video: Pramono Bentuk Satgas Jaga Jakarta untuk Cegah Tawuran-Tangani Banjir
(jbr/mei)
















































