Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (11/5/2026) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir CNBC.com, indeks Kospi Korea Selatan bahkan dibuka melonjak ke rekor tertinggi baru, sementara investor global masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Sentimen pasar cenderung berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut respons Iran sebagai sesuatu yang "sepenuhnya tidak dapat diterima" atau "TOTALLY UNACCEPTABLE!".
Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penghentian konflik di Timur Tengah. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan proposal tandingan itu mencakup penghentian perang di seluruh front serta pencabutan sanksi terhadap Teheran.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang dengan Iran "belum berakhir". AS dan Israel disebut masih berupaya membatasi ambisi nuklir Teheran di tengah memanasnya situasi kawasan.
Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran turut memicu lonjakan biaya energi global dan kenaikan tajam harga bensin di AS.
Harga minyak mentah dunia pun melesat pada perdagangan awal pekan. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni naik 3,39% menjadi US$98,65 per barel, sementara Brent kontrak Juli menguat 3,37% ke level US$104,66 per barel.
Di pasar saham Asia, indeks Kospi Korea Selatan dibuka melonjak 3,67% dan mencetak rekor tertinggi baru. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga bergerak tipis di zona hijau.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,81% dan Topix menguat 0,32%. Berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,71%.
Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 26.250, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di posisi 26.393,71. Di AS, futures Dow Jones Industrial Average turun 143 poin atau 0,3%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 sama-sama terkoreksi 0,3%.
Pergerakan ini terjadi setelah Wall Street mencatat reli kuat sepanjang pekan lalu. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus membukukan enam pekan penguatan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2024.
Sementara itu, indeks Dow Jones naik 0,2% sepanjang pekan lalu. Kenaikan tersebut menjadi penguatan mingguan kelima dalam enam pekan terakhir.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































