Buntut Panjang Polemik LCC MPR hingga Final Diulang

6 hours ago 5
Jakarta -

Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat (Kalbar) berbuntut panjang usai insiden juri dinilai kurang adil dalam memberikan penilaian kepada tim dari SMAN 1 Pontianak. MPR memutuskan final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalbar diulang.

Ketua MPR Ahmad Muzani mengakui ada kekurangan dalam final cerdas cermat di Kalbar hingga berujung kritik publik. Muzani mengatakan keputusan final ulang usai mendengar semua masukan dari masyarakat.

"Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu. Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu, mengambil keputusan beberapa hal," kata Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Juri Lomba yang Diulang Akan Independen

Muzani mengatakan MPR akan mengumumkan waktu pelaksanaan lomba cerdas cermat itu secepatnya. Selain itu, MPR akan menggandeng juri independen dalam lomba tersebut.

"Satu, Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final, akan kita lakukan ulang. Pada waktu yang akan segera diputuskan secepat-cepatnya," kata Muzani.

"Yang kedua, juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," tambahnya.

Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya perlombaan yang diulang. MPR menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan sejumlah catatan usai insiden yang melibatkan juri dari internal MPR hingga MC di acara tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya. Dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka, untuk melatih menjadi contoh demokrasi yang baik," ungkapnya.

Muzani menekankan terus mengevaluasi kegiatan yang diusung oleh pihaknya. Pandangan dari masyarakat akan menjadi prioritas utama yang didengarkan MPR.

"Dan yang kelima, kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR yang hari ini terus kita dengarkan pandangan dari masyarakat dengan berbagai macam media yang kita dengar," imbuhnya.

Konpers Ketua MPR Ahmad MuzaniKonferensi pers Ketua MPR Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). (Dwi/detikcom)

Juri Lomba Cerdas Cermat Ditegur

Muzani telah memanggil dua juri lomba cerdas cermat di Kalbar yang viral. Muzani mengatakan dua juri itu telah diberi teguran.

"Sudah. Tadi kita panggil. Sudah kita tegur," kata Muzani.

MPR telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Muzani mengatakan permohonan maaf itu telah mewakili dua juri, Dyastasita dan Indri Wahyuni, yang merupakan pejabat di Setjen MPR.

"Ya, kelembagaan MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang per orang," katanya.


Peserta Lomba Tak Menyangka Dapat Atensi Besar

Sementara itu, siswi SMAN 1 Pontianak peserta cerdas cermat, Josepha Alexandra atau Ocha, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat. Ocha mengatakan dukungan itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.

"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5). Ocha berada di Jakarta setelah memenuhi undangan dari Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy.

Ocha mengaku kaget video cerdas cermatnya viral. Ocha tidak menyangka atensi yang diberikan masyarakat kepadanya sangat besar.

"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming," katanya.

(rfs/azh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |