Bukan Cuma Kejar Produksi, Antam Berperan Strategis di Sisi Hilir

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Industri pertambangan yakni MIND ID mengungkapkan bahwa produksi emas PT Antam Tbk saat ini sudah berada di bawah 1 ton atau hanya mencapai sekitar 743 kilogram (kg) per tahun.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan jumlah tersebut hanya menyumbang sekitar 0,83% dari total produksi emas nasional. Sementara itu, sisanya sebanyak 99,17% didominasi oleh perusahaan lain.

"Sebagai ilustrasi, produksi emas antam hanya 743 kg atau 0,83% dari produksi nasional. Ini kalau salah, datanya saya akan minta pertanggungjawabannya. Yang 99,17% itu berasal dari perusahaan lain," kata Maroef dalam acara Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).

Oleh sebab itu, melihat ketimpangan tersebut, Maroef menilai bahwa upaya penguatan Antam tidak boleh lagi sekadar berfokus pada aspek strategis, melainkan juga harus berfokus pada penguatan peran strategis di sektor hilir.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan antam tidak semata diarahkan pada peningkatan produksi tambang tetapi pada penguatan peran strategis di sisi hilir," kata dia.

Sebelumnya, PT Antam Tbk membeberkan bahwa perusahaan saat ini tengah mencari sumber cadangan emas baru, termasuk menjajaki peluan eksplorasi hingga ke luar negeri. Hal tersebut seiiring dengan cadangan emas di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor yang kian menipis.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Untung Budiharto membeberkan produksi emas dari UBPE Pongkor saat ini berada di bawah 1 ton per tahun, bahkan hanya sekitar 450 kilo gram (kg) per tahun.

"Kita saat ini hanya bisa di bawah 1 ton Pak, malah 450 kg per tahun Pak, sehingga ini sangat minim sekali dan satu-satunya tambang emas yang dimiliki oleh Pongkor, di Antam itu Pongkor Pak," ungkap Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, belum lama ini.

Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan produksi, Antam selama ini mengandalkan berbagai sumber. Mulai dari program buyback, pembelian dari pabrik dalam negeri, hingga impor dari luar negeri apabila terjadi kekurangan pasokan.

Di sisi lain, perusahaan juga telah mendapatkan penugasan untuk melakukan eksplorasi sumber cadangan baru di dalam negeri. Kegiatan tersebut akan diawali dengan kajian sosial di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

"Hanya saja, waktunya enggak bisa cepat Pak itu. Kalau saya tanya, 5 tahun baru bisa ditambang Pak, untuk mendapatkan cadangan dan resource yang ada di sana," katanya.

Selain kegiatan eksplorasi di dalam negeri, Antam juga tengah menyiapkan sejumlah strategi lain untuk memperkuat cadangan emas. Salah satunya yakni penjajakan ekspansi eksplorasi di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

"Serta menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan membuka peluang pertumbuhan yang baru," ujar Untung.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |