Jakarta -
Kementerian Sosial RI memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Mataram dan PT Sanindo Pangan Rinjani untuk memperluas program pemberdayaan petani porang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini.
Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam satu ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Kerja sama tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari produksi, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan program ini dirancang dengan pembagian peran yang jelas antarpihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bibit dari Kementerian Sosial, pelatihan dari CSR perusahaan, pendampingan dari perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi dari pemerintah daerah, dan perusahaan sebagai off-taker," paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Gus Ipul menambahkan, proyek ini menjadi model awal (pilot project) yang akan terus dikembangkan jika menunjukkan hasil positif.
"Kalau nanti ini berhasil, Pak Gubernur akan melakukan perluasan dan duplikasi di beberapa titik. Ini semacam uji coba tahap awal," jelas Gus Ipul.
Dalam kerja sama ini, Gus Ipul menekankan aspek pemasaran turut menjadi perhatian utama dalam setiap program pemberdayaan.
Sebelum melakukan pemberdayaan, para pihak memikirkan pembeli hasilnya. Pasalnya, keberadaan pembeli sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani.
"Pembelinya harus dijaga supaya harganya terjaga dan petani tidak dirugikan ketika panen. Apalagi porang ini membutuhkan waktu 3 sampai 4 tahun sebelum bisa dipanen," ujarnya.
Gus Ipul mengungkapkan pihaknya juga membuka peluang keterlibatan lebih luas dari sektor swasta kedepan.
Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Sukardi menegaskan kesiapan kampus untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat.
"Kampus tidak bisa hanya berada di menara gading. Kita harus hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial," ujarnya.
Universitas Mataram siap mengerahkan sumber daya akademik untuk mendukung program tersebut seperti dukungan dosen dan tenaga akademik yang siap turun langsung melakukan pendampingan di masyarakat.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dua nota kesepahaman:
1. MoU antara Kementerian Sosial, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani tentang pelaksanaan pemberdayaan sosial.
2. MoU antara Kementerian Sosial dan Universitas Mataram tentang sinergitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Gus Ipul juga menyerahkan bibit porang kepada keluarga penerima manfaat (KPM) serta bantuan simbolis untuk mendukung pengembangan program pemberdayaan di daerah.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pemberdayaan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan mampu memutus rantai kemiskinan.
(akd/akd)


















































