Jakarta, CNBC Indonesia - Uji coba terbaru mesin roket berbahan bakar padat oleh Korea Utara memicu kekhawatiran baru terkait peningkatan kemampuan rudal balistik antarbenua negara tersebut.
Para anggota parlemen Korea Selatan mengungkapkan bahwa teknologi yang sedang dikembangkan Pyongyang berpotensi memperluas jangkauan serangan sekaligus memungkinkan membawa hulu ledak yang lebih berat, bahkan beberapa hulu ledak sekaligus.
Menurut penjelasan anggota parlemen Korea Selatan Park Sun-won pada Senin (6/4/2026), uji coba mesin roket tersebut ditujukan untuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dibangun menggunakan bahan serat karbon. Teknologi itu dinilai memberikan keuntungan signifikan karena bobotnya lebih ringan namun tetap kuat, sehingga meningkatkan performa sistem senjata.
"Uji coba mesin roket berbahan bakar padat Korea Utara dimaksudkan untuk rudal balistik antarbenua yang dibangun dengan serat karbon guna memperpanjang jangkauan dan memungkinkan pengiriman hulu ledak yang lebih berat dan kemungkinan beberapa hulu ledak," kata para anggota parlemen Korea Selatan sebagaimana disampaikan setelah menerima paparan intelijen, dilansir Reuters.
Pada Maret lalu, Korea Utara melakukan uji statis di darat terhadap mesin roket berbahan bakar padat yang diyakini analis tengah dikembangkan untuk ICBM terbaru negara tersebut. Mesin baru itu disebut-sebut memiliki daya dorong lebih besar dibanding model sebelumnya yang diuji pada 2024.
Para anggota parlemen menilai model tahun lalu saja telah dianggap mampu menjangkau wilayah daratan utama Amerika Serikat. Dengan peningkatan daya dorong pada versi terbaru, kemampuan tersebut berpotensi semakin meningkat.
Selain itu, Korea Utara selama ini melakukan peluncuran rudal jarak jauh dengan lintasan melengkung. Metode ini membuat proyektil jatuh di laut di lepas pantai timur Korea Utara atau di sebelah timur Jepang. Pendekatan tersebut memungkinkan pengujian tanpa menerbangkan rudal pada jarak maksimum yang sebenarnya dirancang.
Dalam pengarahan tertutup oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), Park juga mengungkapkan bahwa media Korea Utara menampilkan badan rudal yang digunakan dalam uji mesin terbaru tersebut. Menurutnya, struktur badan rudal itu dibuat dari serat karbon.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga dilaporkan hadir langsung dalam uji coba tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyebut pengujian tersebut sebagai peningkatan signifikan bagi kekuatan strategis negaranya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]


















































