Banyak Insiden Tertabrak Kereta, KAI Tutup Perlintasan Liar Antara Cawang-Tebet

2 hours ago 3

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar di kawasan RT 01 dan RT 03 antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet. Penutupan dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun warga sekitar.

"Kami tutup untuk keselamatan perjalanan kereta api dan warga masyarakat," kata Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).

Franoto mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga terkait penutupan perlintasan tersebut. Menurutnya, warga mendukung langkah yang diambil KAI tersebut.

"Sudah (sosialisasi). Warga mendukung," jelasnya.

Sementara itu, Deputi 2 Daop 1 Jakarta Deddy Hendrady menjelaskan penutupan perlintasan liar memang menjadi program rutin KAI setiap tahun. Langkah itu diambil karena tingginya angka kecelakaan di lokasi perlintasan liar.

"Sebenarnya kita udah punya program setiap tahun ada penutupan penutupan liar karena dari pengalaman setiap hari nih hampir ada tabrakan, bukan tabrakan ya, orang-orang nabrak kereta Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta kendaraan, orang. Itu adalah kebalikannya, orang yang nabrak kereta karena kereta nggak bisa ngindar gitu ya," kata Deddy kepada wartawan.

Deddy menambahkan, KAI mendapat tugas dari pusat untuk menutup sekitar 40 perlintasan liar. Mayoritas perlintasan yang ditutup memiliki lebar kurang dari dua meter dan tidak dilengkapi penjaga.

"Dari pusat kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar yang dimana lebarnya kurang dari 2 meter tidak ada penjaga, dan akan kita tutup untuk keselamatan operasional kereta api khususnya," imbuhnya.

Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kebon Baru, Tebet, Samtopri, mengatakan sosialisasi kepada warga juga telah dilakukan oleh pihak kelurahan. Dia mengajak masyarakat mendukung penertiban perlintasan liar tersebut.

"Nanti setelah program ini berjalan, mari kita dukung, mari kita bantu terutama PT KAI dalam menertibkan lintasan-lintasan pejalan kaki dan sepeda motor yang ada di Kebon Baru ini," kata Samtopri.

Meski demikian, Samtopri berharap masih ada satu perlintasan yang tetap dibuka dan ditata secara resmi karena akses tersebut dibutuhkan warga untuk aktivitas sehari-hari. Jika seluruh perlintasan ditutup, menurutnya, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju lokasi tujuan.

"Saya berharap masih ada yang disisakan satu. Karena ini aksesnya masyarakat, terutama dari warga Kebon Baru yang ke Puskesmas, yang ke Kecamatan, dan ke jalur-jalur yang lain. Jadi harapan kami ya paling tidak ada satu perlintasan nanti yang bisa diakui atau terdaftar di PT KAI, supaya perlintasan ini bisa dipergunakan masyarakat untuk lalu-lalang," jelasnya.

"Karena kalau ini semuanya ditutup, ini sangat merepotkan ya. Karena warga itu harus memutar dari Gudang Peluru sana, jauh. Gudang Peluru sangat jauh ya. Harapan kami itu aja sih. Mudah-mudahan diberikan satu akses yang terdaftar untuk perlintasan yang bermanfaat untuk warga Kelurahan Kebon Baru," imbuhnya. (tsy/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |