Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tiba-tiba memanggil jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ke kantornya pada sore ini, Kamis (12/2/2026). Adapun, sejumlah petinggi perusahaan migas tampak lalu lalang memasuki Gedung Kementerian ESDM.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut merupakan agenda rapat yang difokuskan membahas penguatan produksi migas nasional. "Oh ini kita penguatan untuk produksi migas," kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, saat disinggung apakah rapat tersebut berkaitan dengan lifting yang sebelumnya sempat terganggu, Laode membenarkan bahwa hal itu menjadi salah satu pembahasan utama.
"Ya salah satunya terkait produksi yang kemarin sempat terganggu kita ingin mendiskusikan agar kita bisa kembalikan lagi produksi atau lifting seperti sebelumnya," ujar Laode.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan adanya penurunan produksi minyak di Blok Rokan sebesar 2 juta barel. Hal tersebut imbas bocornya pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Menurut Bahlil insiden kebocoran pipa yang terjadi di awal tahun ini telah berdampak pada pencapaian lifting. "Nah izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).
Bahlil mengatakan dengan adanya insiden tersebut, dirinya bakal memberi sanksi tegas kepada pejabat terkait di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN. Pasalnya, kejadian itu menunjukkan adanya kelalaian dalam upaya pencegahan.
"Jadi pipanya yang bocor tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul sekali kecelakaan tapi ada sebuah ketidak-ikhtiaran dari kami tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," ujarnya.
Adapun, guna mengatasi persoalan tersebut, pihaknya akan terus berupaya mengejar ketertinggalan produksi minyak yang sempat hilang dengan beberapa langkah dan strategi.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
















































