Tangerang Selatan -
Sedimen Sungai Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) kembali dikeruk. Ekskavator dikerahkan untuk mengangkat sedimentasi agar aliran Sungai Ciputat lebih lancar.
Pengerukan dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel difokuskan di kawasan Pondok Hijau sebagai bagian dari peningkatan kapasitas aliran sungai.
Dengan kapasitas sungai yang lebih optimal, potensi luapan air yang selama ini kerap memicu genangan di sejumlah kawasan permukiman diharapkan dapat berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan upaya pengendalian banjir dilakukan melalui peningkatan kapasitas sungai, pemeliharaan drainase, hingga pembangunan infrastruktur pendukung secara berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari risiko banjir.
"Pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Karena itu, normalisasi dan pengerukan sungai akan terus dilakukan secara bertahap agar kapasitas aliran air tetap terjaga, sehingga risiko genangan dapat diminimalkan dan masyarakat merasa lebih aman," kata Benyamin, Selasa (4/8/2026).
Salah satu Koordinator Pemeliharaan Alat Berat dan Saluran Air pada Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sungai DSDABMBK, Jupri, mengatakan pengerukan dilakukan pada aliran Sungai Ciputat yang membentang dari kawasan Pengasinan hingga Bendung Ciputat. Saat ini, pengerjaan difokuskan di bagian hulu, tepatnya di kawasan Pondok Hijau.
"Diharapkan kegiatan ini dapat mengurangi potensi luapan air di wilayah Pondok Hijau, Inhutani, flyover Ciputat, Cipayung, hingga Kompleks Perumahan Narada," ujarnya.
Setelah pengerjaan di bagian hulu rampung, kegiatan pengerukan akan dilanjutkan ke bagian hilir Sungai Ciputat, tepatnya di kawasan Perumahan Ciputat Baru. Pengerukan sedimen diharapkan mampu memperluas mengurangi risiko genangan di permukiman saat hujan deras.
Dia mengatakan pengerukan sungai rutin dilakukan untuk menjaga kapasitas aliran sungai tetap optimal. Sedimentasi yang menumpuk dapat mengurangi daya tampung sungai dan menghambat aliran air.
(jbr/jbr)


















































