Anak Indramayu Dijanjikan Kerja Malah Disuruh Live Mesum, Perekrutnya Remaja

4 days ago 10

Jakarta -

Kasus memilukan terkait eksploitasi berbau seksual dan pornografi yang melibatkan anak di bawah umur sebagai objek konten dalam sebuah aplikasi live streaming viral di media sosial. Polisi kini menangkap 2 pelaku terkait kasus tersebut.

Dalam konferensi pers di Mako Polres Indramayu, Rabu (15/4/2026), Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan modus rekrutmen kerja di Jakarta untuk menjerat korban yang masih berusia di bawah umur

Fajar menjelaskan, korban awalnya direkrut oleh tersangka NF (17), warga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Sang korban dihadapkan pada tawaran gaji Rp 2–3 juta per hari untuk bekerja sebagai host di sebuah aplikasi. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, jelas itu adalah tawaran yang menggiurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya korban hanya diminta melakukan gerakan-gerakan sensual secara live. Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya di atas jam 22.00 WIB, korban dipaksa melakukan adegan persetubuhan yang disiarkan secara langsung untuk mendapatkan saweran (koin) dari penonton," jelas Fajar kepada awak media, dilansir detikJabar, Rabu (15/4).

Malang nian nasib korban, gaji Rp 2–3 juta yang dijanjikan ternyata hanya janji belaka. Korban hanya menerima gaji sekitar Rp 500 ribu per hari, dan itu pun bergantung pada jumlah koin yang diberikan penonton.

"Selama proses live streaming, aktivitas korban diawasi secara ketat oleh tersangka lain," kata Fajar.

Hingga saat ini, polisi telah menangkap dua tersangka utama, yakni NF (17), warga Kecamatan Terisi; dan IL (21), warga Koja, Jakarta Utara.

Simak selengkapnya di sini.

Saksikan Live DetikSore:

(yld/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |