81 Tahun RI Merdeka, Seberapa Kuat Militernya Dibanding ASEAN?

11 hours ago 7

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

17 August 2026 19:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia genap berusia 81 tahun pada hari ini, Senin (17/8/2026). Selama lebih dari delapan dekade sejak proklamasi kemerdekaan, kemampuan pertahanan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kedaulatan dan wilayah Indonesia.

Indonesia pun terus memperbesar kekuatan militernya melalui penambahan personel, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penguatan kemampuan pertahanan di darat, laut, dan udara. Lantas, seberapa kuat militer Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga?

Berdasarkan pemeringkatan terbaru Global Firepower (GFP) 2026, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan militer terkuat di Asia Tenggara.

Pada tingkat global, Indonesia berada di peringkat ke-13 dari 145 negara dengan skor PowerIndex sebesar 0,2582. Posisi Indonesia berada tepat di bawah Jerman yang menempati peringkat ke-12 dan di atas Pakistan serta Israel yang masing-masing berada di posisi ke-14 dan ke-15.

Global Firepower menggunakan lebih dari 60 indikator untuk menyusun peringkat tersebut. Penilaiannya mencakup jumlah personel, kekuatan udara, darat dan laut, kemampuan keuangan, sumber daya alam, logistik, hingga kondisi geografis.

Semakin mendekati angka 0,0000, semakin kuat kemampuan militer konvensional suatu negara menurut penghitungan GFP. Sejumlah angka yang digunakan merupakan estimasi ketika data resmi tidak tersedia.

Indonesia Memimpin Asia Tenggara

Indonesia unggul cukup jauh atas negara-negara Asia Tenggara lainnya. Vietnam menjadi pesaing terdekat dengan skor PowerIndex 0,4066 dan menempati peringkat ke-23 dunia.

Thailand berada satu tingkat di bawah Vietnam dengan peringkat ke-24 dunia dan skor 0,4458. Berikutnya terdapat Singapura di peringkat ke-29 dunia, Myanmar ke-35, Filipina ke-41, serta Malaysia ke-42.

Berikut peringkat kekuatan militer negara Asia Tenggara menurut GFP 2026.

Adu Kekuatan Personel dan Alutsista

Keunggulan Indonesia tidak berarti seluruh indikator militernya menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Vietnam, Thailand, dan Singapura memiliki keunggulan pada kategori tertentu.

Vietnam, misalnya, memiliki 450.000 personel aktif dan 5 juta personel cadangan. Jumlah cadangan tersebut menjadi yang terbesar di dunia dalam data GFP 2026.

Thailand memiliki 496 pesawat militer atau lebih banyak dibandingkan Indonesia yang memiliki 460 unit. Sementara Singapura menjadi negara dengan anggaran pertahanan terbesar di kawasan, yakni US$18 miliar.

Berikut perbandingan sejumlah indikator utama militer negara-negara Asia Tenggara.

Vietnam sangat menonjol pada kekuatan darat dengan 1.999 tank, 69.914 kendaraan militer, dan 5 juta personel cadangan. Jumlah tank Vietnam hampir enam kali lipat dibandingkan Indonesia.

Thailand unggul dari sisi jumlah pesawat. Negeri Gajah Putih memiliki 496 pesawat militer, 744 tank, dan 304 aset angkatan laut. Thailand juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang menurut klasifikasi GFP memiliki kapal induk helikopter.

Singapura mengandalkan teknologi dan kemampuan keuangan. Meski hanya memiliki 51.000 personel aktif, Singapura mempunyai 100 jet tempur. Jumlah tersebut jauh di atas Indonesia yang memiliki 41 jet tempur.

Laut Menjadi Kekuatan Utama Indonesia

Keunggulan paling mencolok Indonesia terlihat pada kekuatan angkatan laut. GFP mencatat armada laut Indonesia mencapai 338 unit, terbanyak di Asia Tenggara sekaligus menempatkannya pada peringkat kelima dunia dari sisi jumlah.

Armada tersebut terdiri atas 10 fregat, 26 korvet, empat kapal selam, 211 kapal patroli, serta 10 kapal penyapu ranjau.

Secara jumlah, armada laut Indonesia lebih besar dibandingkan Thailand yang memiliki 304 unit, Myanmar 239 unit, Filipina 127 unit, dan Vietnam 116 unit.

Namun, jumlah kapal tidak sepenuhnya menggambarkan daya tempur karena perhitungan tersebut turut memasukkan kapal patroli dan kapal pendukung. Jika dihitung berdasarkan tonase, armada laut Indonesia mencapai 324.754 ton dan menempati peringkat ke-11 dunia. 

Posisi tersebut sejalan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan sangat luas. Indonesia juga tercatat memiliki 123 pelabuhan dan terminal perdagangan serta armada kapal niaga sebanyak 11.422 unit, terbesar di antara 145 negara yang dinilai GFP.

Indonesia mempunyai sekitar 404.500 personel aktif, 401.000 personel cadangan, dan 250.000 personel paramiliter. Jika digabungkan, jumlah personel militer dan paramiliter Indonesia diperkirakan mencapai 1,06 juta orang.

Dari sisi keuangan, anggaran pertahanan Indonesia dicatatkan sebesar US$11,16 miliar. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar kedua di antara sembilan negara Asia Tenggara, setelah Singapura.

Dengan dukungan populasi besar, kekuatan laut, sumber daya alam, kemampuan ekonomi, serta jaringan logistik yang luas, Indonesia memiliki kekuatan militer paling seimbang di Asia Tenggara menurut GFP.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |