8 Rahasia Militer Iran Persia: Mesin Perang yang Buat Dunia Gentar

3 hours ago 3

amalia Zahira,  CNBC Indonesia

17 March 2026 02:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Persia (nama kuno Iran) pernah menjadi kekaisaran super power dengan menguasai wilayah luas dari Asia hingga Afrika. Kekuasaan besar Persia tak bisa dilepaskan dari kuatnya angkatan militer mereka.

Dalam struktur sosial Persia kuno, kelas prajurit memegang peranan penting. Para pemimpin dan raja sering berasal dari kelompok ini, sementara kemampuan berkuda dan memanah menjadi keterampilan yang diajarkan sejak usia muda. Kuda bahkan menjadi elemen utama dalam strategi perang Persia, terutama ketika menghadapi kekuatan besar di kawasan Timur Tengah seperti bangsa Asyur.

Seiring waktu, kekuatan militer Persia berkembang melalui beberapa periode kekuasaan yang berbeda, mulai dari Kekaisaran Achaemenid hingga Dinasti Sasanian.

Militer Persia tidak hanya mengandalkan jumlah pasukan. Mereka mengembangkan sistem organisasi, strategi perang, serta pasukan elite yang membuat banyak kerajaan lain gentar.

Melansir dari berbagai sumber internasional, berikut kehebatan militer Persia:

1. Organisasi Militer yang Sistematis

Salah satu keunggulan utama militer Persia adalah struktur organisasi yang sangat rapi. Tentara dibagi menggunakan sistem desimal, mulai dari kelompok kecil berisi puluhan prajurit hingga unit besar yang terdiri dari ribuan pasukan.

Sistem ini memudahkan koordinasi dan pengendalian pasukan di medan perang, terutama ketika Persia menjalankan kampanye militer dalam wilayah yang sangat luas.

2. Prajurit Dilatih Sejak Usia Muda

Kekuatan militer Persia juga didukung oleh tradisi pelatihan yang ketat sejak usia muda. Anak laki-laki Persia dididik untuk menguasai berbagai keterampilan tempur seperti memanah, melempar tombak, berkuda, serta berburu.

Latihan tersebut membentuk prajurit yang memiliki ketahanan fisik tinggi dan kemampuan bertempur yang baik ketika dewasa.

3. Perisai

Prajurit Persia menggunakan perisai berbentuk persegi panjang sepanjang sekitar 5 kaki yang terbuat dari tongkat yang disatukan dengan rangka kulit binatang. Perisai ini digunakan untuk melindungi prajurit dari panah. Dalam pertempuran, pembawa perisai biasanya berdiri di depan untuk melindungi pemanah yang menembakkan panah dari belakang mereka.

4. Pasukan Elite "Immortals"

Salah satu unit militer paling terkenal dari Persia adalah pasukan elite yang dikenal sebagai Immortals atau "Pasukan Abadi".

Unit ini selalu berjumlah 10.000 prajurit. Jika ada prajurit yang gugur atau terluka, posisinya segera digantikan oleh prajurit lain sehingga jumlahnya tetap. Hal ini membuat pasukan tersebut tampak seolah tidak pernah berkurang.

Para Immortal dan prajurit infanteri lainnya tidak dilengkapi dengan baju zirah berat. Pakaian mereka terdiri dari topi felt lembut (tiara), tunik bersulam dengan lengan, mantel baju zirah sisik di bawah tunik, dan celana panjang. Perlengkapan mereka bisa terbuat dari kayu atau serat anyaman.

5. Keahlian Panahan

Bangsa Persia dikenal memiliki pemanah yang sangat terampil. Sekitar abad ke-6 SM, Persia bahkan mempekerjakan pemanah dari bangsa Skithia untuk melatih pasukan mereka dalam teknik panahan. Awalnya, busur Persia dibuat dari kayu dengan tali sederhana dan anak panah berujung perunggu.

Seiring waktu, desain busur tersebut berkembang menjadi lebih kuat dan efektif sehingga mampu memberikan daya tembak yang lebih besar di medan perang. Kemampuan panahan ini menjadi salah satu kekuatan utama militer Persia, terutama untuk melemahkan musuh dari jarak jauh sebelum pasukan lain melakukan serangan.

6. Kavaleri yang Tangguh

Pasukan berkuda menjadi salah satu kekuatan utama dalam militer Persia. Sejak masa pemerintahan Cyrus the Great, kavaleri digunakan untuk menyerang dari sisi sayap dan mengejar pasukan musuh yang mulai melemah.

Dalam strategi tempur, pemanah biasanya menyerang terlebih dahulu dari jarak jauh, kemudian kavaleri melakukan serangan cepat dengan menggunakan lembing atau tombak. Mobilitas tinggi pasukan berkuda membuat Persia mampu melakukan manuver cepat di medan perang.

7. Kereta Perang

Persia juga menggunakan kereta perang sebagai bagian dari strategi militernya. Salah satu jenis yang terkenal adalah kereta sabit, yaitu kereta perang yang dilengkapi bilah pedang di sisi roda.

Ketika kereta melaju dengan kecepatan tinggi, bilah tersebut dapat melukai atau memotong prajurit yang berada di dekatnya. Senjata ini dirancang untuk mengacaukan formasi musuh dan membuka celah bagi pasukan Persia untuk melancarkan serangan.

8. Armada Perang

Selain kekuatan pasukan darat, Persia juga mengembangkan armada laut untuk mendukung ekspansi militernya. Dalam membangun armada ini, Persia banyak mengadopsi teknologi kapal dari bangsa Yunani, terutama kapal perang jenis trireme dan bireme.

Trireme merupakan kapal perang yang panjang dan sempit dengan tiga tingkat pendayung. Kapal ini biasanya dioperasikan oleh sekitar 300 orang awak. Di bagian belakang terdapat dayung panjang yang berfungsi sebagai kemudi, sementara di bagian depan terdapat haluan berupa balok besi yang digunakan untuk menabrak kapal musuh.

Sementara itu, bireme memiliki struktur yang mirip dengan trireme tetapi hanya terdiri dari dua tingkat pendayung. Kapal ini memiliki awak sekitar 200 orang.

Dengan kekuatan militer tersebut, Persia berhasil menaklukkan berbagai wilayah penting di dunia kuno, termasuk Babilonia, Mesir, dan Anatolia.

Keberhasilan ini menjadikan Persia sebagai salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah, sekaligus menunjukkan bagaimana kombinasi organisasi militer, pelatihan prajurit, dan strategi perang dapat membentuk kekuatan militer yang sangat dominan pada masanya.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |