7 Profesi Baru Bergaji Tinggi, Banyak Dicari Penghasilan Mulai Rp2 M

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melahirkan profesi baru dengan gaji fantastis.

Sejumlah perusahaan teknologi global kini berlomba mencari talenta AI, mulai dari filsuf AI hingga vibe coder dengan bayaran ratusan ribu dolar AS per tahun.

Fenomena ini muncul di tengah gelombang PHK yang juga dipicu otomatisasi AI. Banyak perusahaan memangkas pekerja lama sambil membuka posisi baru yang sebelumnya tidak pernah. Sebagian merupakan profesi lama yang "lahir kembali" di industri teknologi.

Salah satu posisi paling diburu adalah forward deployed engineer. Posisi ini bertugas mendampingi langsung perusahaan klien untuk membangun solusi AI khusus sesuai kebutuhan bisnis.

Data Indeed menunjukkan lowongan forward deployed engineer pada Januari 2026 melonjak hingga 19 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah raksasa teknologi seperti OpenAI, Anthropic, dan Amazon Web Services menawarkan gaji mulai US$115 ribu (Rp 2 miliar) hingga lebih dari US$200 ribu (Rp 3,5 miliar) per tahun.

Selain itu, perusahaan AI juga ramai mencari AI evangelist, yakni sosok yang bertugas memperkenalkan teknologi AI kepada publik dan ekosistem startup.

Anthropic bahkan membuka posisi "Claude Evangelist" dengan gaji mencapai US$240 ribu (Rp 4,2 miliar) per tahun.

Profesi unik lainnya adalah AI philosopher atau filsuf AI. Peran ini bertugas memastikan model AI tetap selaras dengan nilai-nilai manusia dan etika. Google DeepMind pernah membuka lowongan terkait etika dan keamanan AI dengan gaji mencapai US$231 ribu per tahun.

Profesi terbaru lainnya adalah vibe coder. Istilah yang awalnya hanya slang internet kini resmi muncul di lowongan pekerjaan. Posisi ini merujuk pada pekerja yang membangun perangkat lunak menggunakan perintah bahasa alami lewat alat AI coding.

Gaji posisi vibe coder di TikTok dimulai dari US$108 ribu per tahun, sedangkan di YouTube mencapai US$149 ribu.

Di posisi tertinggi terdapat Chief AI Officer. PwC menunjuk Chief AI Officer pada Juli 2024, sementara Accenture membentuk posisi chief responsible AI officer pada tahun yang sama. Glassdoor memperkirakan gaji Chief AI Officer di sektor swasta berkisar US$265 ribu (Rp 4,7 miliar) hingga US$494 ribu (Rp 8,7 miliar) per tahun.

Berikut daftar profesi AI baru yang kini banyak dicari perusahaan, dikutip dari The Next Web, Senin (18/5/2026):

  • Forward deployed engineer: Insinyur teknologi yang bekerja langsung di dalam tim atau departemen pengguna, bukan hanya di kantor pusat tim teknis. Mereka memecahkan masalah secara langsung, memahami kebutuhan tim tersebut, dan membuat atau menyesuaikan alat teknologi tepat di tempat alat itu akan dipakai.
  • AI evangelist: Seseorang yang bertugas mengenalkan dan mempromosikan teknologi AI kepada orang lain. Mereka menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan AI, bagaimana cara AI membantu pekerjaan, serta mengajak dan mengajari orang lain agar mau dan bisa menggunakan alat AI dengan benar.
  • AI philosopher: Orang yang memikirkan pertanyaan-pertanyaan besar seputar AI. Mereka membahas hal-hal seperti: Apakah AI benar-benar berpikir atau hanya menghitung? Apa dampak jika AI yang mengambil keputusan? Bagaimana seharusnya AI berperan dalam kehidupan manusia, etika, dan masyarakat? Fokus utamanya adalah makna, nilai, dan dampak jangka panjang.
  • Internal AI accelerator: Peran di dalam perusahaan yang bertugas mempercepat penerapan teknologi AI. Mereka membantu berbagai tim mengetahui bagian pekerjaan yang bisa dibantu AI, mengatasi hambatan yang ada, membagikan cara kerja terbaik, dan memastikan proyek AI selesai lebih cepat serta berjalan baik di seluruh perusahaan.
  • Vibe coder: Istilah santai untuk orang yang menulis kode program berdasarkan tujuan atau suasana yang diinginkan, bukan hanya mengikuti rencana terperinci yang kaku. Mereka bekerja dengan cara yang kreatif dan cepat, agar hasil akhirnya sesuai dengan gaya, nuansa, atau pengalaman yang diharapkan.
  • AI model trainer/freelancer: Seseorang yang menyiapkan data dan membimbing sistem AI agar bisa belajar dengan benar. Mereka "mengajari" AI untuk mengenali pola, menjawab pertanyaan, atau melakukan tugas tertentu dengan memberikan contoh yang baik dan memperbaiki cara kerjanya. Pekerjaan ini dilakukan secara mandiri dan bisa untuk berbagai klien yang berbeda.
  • Chief AI Officer: Pemimpin tertinggi yang bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan AI di sebuah organisasi. Mereka menentukan strategi utama penggunaan AI, memastikan AI dipakai dengan aman dan beretika, memimpin tim pengembang AI, serta menjamin bahwa penggunaan AI membawa manfaat dan membantu perusahaan mencapai tujuannya.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |