7 Perusahaan Kakap Properti Ikutan Proyek MRT Jakarta Tembus Balaraja

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 dari Kembangan-Balaraja sepanjang 30 Km. Proyek ini ternyata dilirik oleh para perusahaan properti besar di Indonesia.

Ini terbukti dengan penandatanganan nota kesepakatan MRT lintas Timur-Barat Fase 2, yaitu trase untuk Kembangan-Balaraja antara PT MRT dengan pengembang yang ada di sekitar lokasi trayek yang akan dikembangkan, disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pengembang yang terlibat adalah yaitu PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).

Pramono mengatakan kolaborasi dengan pengembang swasta diperlukan untuk meringankan pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan kawasan. Selain itu, kerja sama ini akan mempermudah PT MRT dalam mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

"Pengalaman Jakarta mengembangkan MRT Utara-Selatan, bekerja sama dengan beberapa institusi internasional dan juga Kementerian Keuangan, akan kami lakukan yang sama untuk mengembangkan MRT Fase 2 Kembangan-Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan, termasuk studinya," kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).

Ia pun menargetkan studi yang dilakukan rampung tepat waktu sehingga pembangunan fisik dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan. Pramono meyakini, pengembangan MRT Lintas Kembangan-Balaraja ini akan memperluas jangkauan transportasi masyarakat hingga ke daerah penyangga serta mengurangi kepadatan lalu lintas.

Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Konektivitas transportasi massal di Jakarta dan daerah penyangga sangat dibutuhkan mengingat populasi penduduk yang sangat tinggi.

Senada, Gubernur Banten. Andra Soni menuturkan, integrasi transportasi massal diperlukan bagi warga Banten yang mayoritas beraktivitas di Jakarta. Ia pun menyambut baik nota kesepahaman yang telah terjalin pada hari ini.

"Ini sebagai pembuka jalan untuk cita-cita kita bersama terkait dengan transportasi massal yang terintegrasi dalam sebuah sistem transportasi perkotaan yang dirancang oleh Provinsi Jakarta, yang kemudian tentu bermanfaat kepada Pemerintah Provinsi Banten," ucap Andra.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Perseroda, Tuhiyat menjelaskan, progres konstruksi MRT Fase Utara-Selatan, rute Bundaran HI hingga Monas ditargetkan beroperasi tahun depan. Sedangkan rute hingga Kota Tua ditargetkan rampung pada 2029.

Ia mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan komitmen bersama untuk pembangunan transportasi massal modern.

"Lintas Timur-Barat merupakan koridor yang sangat strategis yang menghubungkan kawasan hunian, kawasan industri, serta pusat pertumbuhan baru di Jakarta dan Provinsi Banten," lanjut Tuhiyat.

(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |