7 Manfaat Pelihara Kucing bagi Kesehatan Tubuh, Terbukti Ilmiah

6 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren memelihara kucing kini bukan lagi sekadar pelampiasan hobi bagi para pecinta hewan atau pengisi waktu senggang semata. Berbagai riset medis justru membuktikan bahwa keberadaan "anabul" di tengah keluarga mampu memberikan proteksi kesehatan yang signifikan, mulai dari menjaga stabilitas kondisi fisik hingga memperkuat ketahanan mental pemiliknya.

Interaksi sederhana seperti membelai, bermain, hingga merawat kucing dalam keseharian ternyata mampu memicu respons biologis dalam tubuh manusia. Respons ini berkaitan erat dengan hormon, sistem saraf, hingga terciptanya kondisi psikologis yang lebih stabil.

Tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak pun bisa merasakan manfaat serupa. Bahkan, paparan terhadap hewan peliharaan sejak usia dini disebut mampu membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Berikut adalah tujuh manfaat memelihara kucing yang telah dibuktikan secara ilmiah:

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan, termasuk kucing, cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Studi di Australia terhadap 5.741 responden menemukan bahwa efek ini tetap terlihat meskipun faktor lain seperti kondisi ekonomi dan indeks massa tubuh telah diperhitungkan. Aktivitas seperti membelai kucing dipercaya dapat menenangkan sistem saraf dan mengurangi respons tubuh terhadap stres.

Mengurangi Stres dan Kecemasan

Kontak fisik dengan kucing, seperti mengelus atau memeluk, dapat merangsang produksi endorfin, yaitu hormon yang berperan meningkatkan perasaan bahagia. Selain itu, rutinitas merawat kucing turut menciptakan struktur aktivitas yang membantu menjaga stabilitas emosional pemiliknya.

Menekan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian dari University of Minnesota mengungkapkan fakta mengejutkan. Individu yang tidak memelihara kucing memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar 30-40% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memelihara kucing. Studi ini dilakukan selama satu dekade terhadap lebih dari 4.000 partisipan.

Membantu Anak dengan Autisme

Interaksi dengan kucing terbukti dapat meningkatkan kemampuan sosial pada anak dengan autisme. Karakter kucing yang relatif tenang dinilai sangat cocok untuk membantu anak-anak membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi sosial.

Meredakan Nyeri Otot dan Sendi

Kucing memiliki keunikan berupa suara dengkurannya (purring) yang berada pada kisaran frekuensi 20-140 Hz. Getaran ini dipercaya memiliki efek terapeutik yang dapat membantu mempercepat penyembuhan jaringan serta meredakan nyeri pada tulang, otot, dan sendi.

Menjaga Kesehatan Mental

Interaksi dengan kucing diketahui dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang membangun rasa kedekatan dan kenyamanan. Penelitian oleh Allen et al. (2020) juga menunjukkan bahwa bermain dengan kucing dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan cenderung lebih tahan terhadap infeksi dan gangguan pernapasan. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh "terlatih" menghadapi berbagai mikroorganisme sejak dini, sehingga risiko alergi juga menjadi lebih rendah.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |