Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi banyak orang, keinginan untuk membantu sesama sering berbenturan dengan kondisi keuangan. Namun, konsep kedermawanan tidak selalu harus diterjemahkan sebagai pemberian uang tunai.
Sejumlah praktik sosial menunjukkan bahwa kontribusi non-finansial seperti waktu, tenaga, dan keahlian juga memiliki peran penting dalam mendukung komunitas dan organisasi sosial.
Bentuk-bentuk ini kerap luput dari perhatian karena tidak tercermin dalam angka rupiah. Berikut beberapa cara menjadi lebih dermawan tanpa mengeluarkan uang, yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mendonorkan Darah sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Donor darah merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial yang tidak memerlukan biaya. Kegiatan ini banyak dilakukan melalui lembaga resmi dan rutin dibutuhkan untuk mendukung layanan kesehatan.
Bagi individu yang memenuhi syarat kesehatan, donor darah menjadi contoh nyata berbagi tanpa melibatkan pengeluaran finansial.
2. Menyumbangkan Keahlian yang Dimiliki
Tidak semua organisasi sosial membutuhkan donasi uang. Banyak di antaranya membutuhkan dukungan berupa:
-
Keahlian komunikasi
-
Penulisan dan dokumentasi
-
Desain visual
-
Pendampingan administrasi
Dengan menyumbangkan keahlian, individu dapat membantu organisasi menjalankan programnya secara lebih efektif, terutama ketika sumber daya terbatas.
3. Memberikan Barang yang Masih Layak Digunakan
Barang-barang pribadi yang tidak lagi digunakan, seperti pakaian atau perlengkapan rumah tangga, sering kali masih memiliki nilai guna bagi orang lain.
Donasi barang layak pakai menjadi cara sederhana untuk berbagi, sekaligus mengurangi penumpukan barang yang tidak terpakai.
4. Menjadi Relawan dalam Kegiatan Sosial
Keterlibatan sebagai relawan memungkinkan seseorang berkontribusi melalui waktu dan tenaga. Bentuknya beragam, mulai dari kegiatan edukasi, sosial, hingga komunitas lokal.
Meski tidak menghasilkan pemasukan, aktivitas relawan kerap menjadi tulang punggung banyak program sosial.
5. Beramal Lewat Aktivitas Sehari-hari
Beberapa program memungkinkan kontribusi sosial dilakukan sebagai bagian dari aktivitas rutin, tanpa perlu mengalokasikan anggaran donasi khusus. Contohnya antara lain:
Program Loyalitas dengan Opsi Donasi
Sejumlah program loyalitas memungkinkan pengguna mengonversi poin yang diperoleh dari transaksi menjadi donasi ke lembaga sosial tertentu.
Dalam skema ini, pengguna tidak mengeluarkan uang tambahan karena poin berasal dari transaksi yang memang sudah direncanakan.
Contoh: poin belanja atau reward transaksi yang dapat dialihkan menjadi donasi melalui menu khusus di aplikasi.
Skema Donasi Berbasis Transaksi
Pada beberapa layanan, pengguna diberi pilihan untuk menyisihkan nilai kecil dari transaksi, biasanya dengan pembulatan nominal, yang kemudian disalurkan sebagai donasi.
Skema ini bersifat opsional (opt-in) dan dilakukan bersamaan dengan transaksi utama, sehingga tidak memerlukan pos anggaran terpisah.
Contoh: pembulatan nilai pembayaran pada transaksi digital yang dialihkan ke program sosial.
Program Belanja dengan Dukungan Sosial
Ada pula model kerja sama di mana platform atau mitra usaha menyalurkan sebagian nilai transaksi ke kegiatan sosial tertentu, tanpa menambah harga yang dibayar konsumen.
Dalam konteks ini, konsumen tetap membayar sesuai harga normal, sementara kontribusi sosial berasal dari mekanisme internal program.
Contoh: program belanja tematik atau kampanye sosial yang terintegrasi dalam aplikasi.
Donasi Melalui Fitur Aplikasi Keuangan
Beberapa aplikasi keuangan menyediakan fitur donasi bawaan, yang dapat diaktifkan saat pengguna melakukan transaksi rutin atau mengelola akun.
Karena terintegrasi dalam sistem, partisipasi dapat dilakukan secara praktis dan terkontrol.
6. Dukungan Non-Material yang Sering Terabaikan
Berbagi informasi yang bermanfaat, memberi dukungan moral, atau sekadar meluangkan waktu untuk mendengarkan juga termasuk bentuk kepedulian sosial.
Meskipun tidak bersifat finansial, peran ini sering dibutuhkan dalam lingkungan keluarga
7. Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Kegiatan Sosial
Bagi individu atau rumah tangga yang memiliki lahan kosong-baik di halaman rumah, tanah tidak terpakai, atau ruang terbuka sederhana-lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bernilai sosial tanpa harus mengeluarkan dana tambahan.
Contohnya:
-
Mengizinkan pemanfaatan lahan untuk kebun bersama atau kegiatan komunitas
-
Menanam tanaman produktif yang hasilnya dapat dibagikan
-
Menyediakan ruang sementara untuk kegiatan sosial atau edukasi lingkungan
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]


















































