Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan keamanan siber NordVPN mengklaim sejumlah aplikasi populer yang digunakan jutaan orang setiap hari menjadi ancaman terbesar bagi privasi pengguna. Aplikasi-aplikasi ini disebut mengumpulkan data pribadi dalam jumlah besar, melacak aktivitas pengguna, hingga berpotensi membagikan informasi tersebut kepada pihak lain.
Dalam laporan yang dikutip dari laman resmi NordVPN, ponsel menyimpan hampir seluruh informasi penting tentang pemiliknya, mulai dari lokasi rumah dan tempat kerja, riwayat perjalanan, kontak, hingga isi pesan dan email. Banyak aplikasi memiliki akses terhadap data tersebut, tetapi beberapa dinilai jauh lebih agresif dibandingkan yang lain.
NordVPN menempatkan lima kategori aplikasi sebagai yang paling buruk untuk privasi pengguna. Berikut selengkapnya.
1. Facebook
NordVPN menyebut Facebook kemungkinan menjadi aplikasi paling buruk untuk privasi karena melacak pengguna di berbagai aplikasi dan situs web, bahkan ketika pengguna sudah keluar dari akun Facebook.
Aplikasi ini meminta hampir semua izin yang tersedia di perangkat, termasuk akses ke kontak, riwayat panggilan, pesan teks, kamera, mikrofon, penyimpanan internal, jaringan Wi-Fi, dan lokasi.
Facebook juga mengetahui kapan pengguna masuk ke akun, berapa lama menggunakan platform, lokasi yang dikunjungi, barang yang dibeli, hingga aktivitas penelusuran internet.
Menurut NordVPN, perusahaan mengumpulkan data tersebut untuk menampilkan iklan yang ditargetkan. Selain itu, Facebook juga pernah mengalami berbagai pelanggaran data yang membuat informasi pengguna terekspos.
2. Messenger
NordVPN juga memasukkan Facebook Messenger ke dalam daftar aplikasi yang paling buruk untuk privasi. Laporan itu menyebut Messenger tidak menggunakan enkripsi end-to-end secara default sehingga pesan pribadi berpotensi tersimpan dalam bentuk yang dapat diakses di server perusahaan.
NordVPN mengutip pengakuan CEO Meta Mark Zuckerberg bahwa Messenger secara otomatis memindai tautan dan gambar yang dikirim pengguna. Ketika algoritma menganggap konten mencurigakan, moderator dapat meninjau pesan tersebut dan memblokirnya jika dianggap melanggar kebijakan perusahaan.
3. Aplikasi cuaca
Aplikasi cuaca juga masuk dalam daftar karena umumnya meminta akses ke lokasi pengguna. NordVPN menilai izin tersebut memang terdengar masuk akal, tetapi banyak aplikasi kemudian melacak lokasi pengguna secara terus-menerus dan menjual data tersebut kepada pengiklan.
Beberapa aplikasi yang disebut antara lain AccuWeather, WeatherBug, dan The Weather Channel App.
Menurut NordVPN, data lokasi dapat mengungkap tempat kerja, pola perjalanan, dokter yang dikunjungi, hingga pusat kebugaran yang sering didatangi pengguna.
Laporan itu memperingatkan bahwa tidak ada jaminan data lokasi akan dikelola dengan aman karena data tersebut bisa bocor atau dijual kembali kepada pihak lain.
NordVPN menyarankan pengguna memilih lokasi secara manual di aplikasi tanpa memberikan izin pelacakan lokasi secara terus-menerus, atau cukup memeriksa prakiraan cuaca melalui browser.
4. Words with Friends dan game multiplayer
Game multiplayer di ponsel juga dinilai sangat rakus terhadap data pribadi. NordVPN menyoroti Words with Friends yang dikembangkan Zynga sebagai salah satu contoh.
Menurut laporan tersebut, Zynga mengumpulkan berbagai informasi pribadi seperti nama, nama pengguna, jenis kelamin, usia, tanggal lahir, email, kontak di buku alamat, pembelian dalam game, isi percakapan antarpemain, ID Facebook, lokasi perkiraan, hingga informasi publik lainnya.
Perusahaan juga disebut menggunakan cookie, beacon, pixel tag, dan pengenal perangkat untuk melacak alamat IP, jenis perangkat, sistem operasi, alamat MAC, serta jenis dan bahasa browser.
5. Nyaris semua aplikasi
NordVPN menempatkan aplikasi berikutnya yang diunduh pengguna sebagai ancaman privasi terakhir dalam daftar tersebut. Laporan itu mengingatkan bahwa kebocoran data tidak selalu berasal dari aplikasi yang sudah diketahui bermasalah.
NordVPN mencontohkan kasus Angry Birds yang pernah dikaitkan dengan penyadapan data oleh NSA pada 2014, serta aplikasi senter yang didakwa otoritas Amerika Serikat pada 2013 karena membagikan data lokasi pengguna kepada pihak ketiga tanpa persetujuan.
Menurut NordVPN, kerentanan yang sudah diketahui biasanya akan diperbaiki, sedangkan aplikasi yang terbukti menipu sering kali dihapus dari Google Play atau App Store. Ancaman terbesar justru datang dari celah keamanan yang belum ditemukan.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































