Foto udara yang diambil pada Kamis memperlihatkan hamparan lahan pertanian dan permukiman warga terendam banjir di antara kota Agen dan La Réole, Prancis barat daya. Banjir terjadi setelah Sungai Garonne meluap di tengah periode hujan terlebat yang melanda negara itu dalam beberapa dekade terakhir. (Tangkapan Layar Video Reuters/SECURITE CIVILE)
Air tampak menggenangi ladang-ladang luas dan mendekati kawasan permukiman, menciptakan genangan besar yang membentang di sepanjang aliran sungai. Sejumlah akses jalan di wilayah terdampak juga dilaporkan terputus akibat tingginya debit air. Dalam foto jalan raya benar-benar putus total, di mana sebagian tertutup banjir dahsyat. (REUTERS/Stephane Mahe)
Badan meteorologi nasional Météo-France menetapkan tiga departemen di Prancis barat dalam status siaga merah. Ini merujuk level peringatan tertinggi, terkait kenaikan permukaan air dan risiko banjir. Peringatan ini dikeluarkan setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama 36 hari berturut-turut—periode terpanjang yang pernah tercatat. (REUTERS/Antony Paone)
Selain itu, 18 departemen lainnya masih berada dalam status siaga oranye pada Jumat (20/2/2026). Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi instruksi evakuasi jika diperlukan. (REUTERS/Stephane Mahe)
Para ahli meteorologi memperkirakan curah hujan masih dapat berlanjut pada Jumat seiring dampak dari Badai Badai Pedro. Meski demikian, kondisi cuaca yang lebih hangat diperkirakan mulai terasa pada akhir pekan, yang diharapkan dapat membantu meredakan situasi banjir secara bertahap. (REUTERS/Stephane Mahe)


















































