Amalia Zahira, CNBC Indonesia
15 May 2026 12:55
Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan listrik dunia terus melonjak seiring pertumbuhan industri, digitalisasi, hingga penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Namun, beberapa negara menggunakan lebih banyak listrik dari negara lainnya.
Data terbaru dari Ember menunjukkan China masih mendominasi konsumsi listrik global pada 2025. Negara tersebut tercatat menggunakan listrik hingga 10.573 terawatt-hour (TWh) pada 2025 atau setara sekitar sepertiga konsumsi listrik dunia.
China Tak Tertandingi dalam Konsumsi Listrik Dunia
Lonjakan konsumsi listrik China didorong oleh industrialisasi masif, urbanisasi cepat, dan ekspansi sektor manufaktur dalam dua dekade terakhir. Pada awal 2000-an, porsi konsumsi listrik China terhadap dunia masih di bawah 10%. Kini, negara tersebut menjadi pusat permintaan energi global.
Besarnya kebutuhan listrik juga mencerminkan ukuran ekonomi suatu negara. Aktivitas industri, transportasi, pusat data digital, hingga konsumsi rumah tangga membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah sangat besar.
Karena itu, negara-negara dengan ekonomi besar cenderung mendominasi daftar pengguna listrik terbesar dunia.
Kanada dan AS Jadi Raja Konsumsi Listrik per Kapita
Meski China unggul jauh secara total, peta berubah ketika konsumsi listrik dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Kanada menjadi negara dengan konsumsi listrik per kapita terbesar di antara negara-negara utama dunia.
Tingginya konsumsi listrik per kapita di negara-negara tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti iklim dingin, ukuran rumah yang lebih besar, hingga penggunaan perangkat elektronik dan kendaraan yang lebih intensif.
Ke depan, permintaan listrik global diperkirakan akan terus meningkat seiring elektrifikasi transportasi, perkembangan industri berbasis AI, hingga transisi energi bersih yang semakin luas di berbagai negara.
(mae/mae)
Addsource on Google


















































